Thursday, September 6, 2012

Aliran Syiah Sesat Seperti Ahmadiyah, Menyimpang dari Ajaran Islam


By on Thursday, September 06, 2012

Aliran Syiah Sesat Seperti Ahmadiyah, Menyimpang dari Ajaran Islam

Sebagaimana dikutip dari laman Kiblat Surabaya - Ketua MUI Jatim KH Abdusshomad Buchori menegaskan tidak akan mencabut fatwa Syiah sesat yang telah dikeluarkan sejak 21 Januari 2012. Ini terkait desakan sejumlah pihak dari Komnas HAM dan anggota DPR RI yang meminta fatwa itu dicabut.

"Kami tidak akan mencabut fatwa yang sudah dikeluarkan. Sebelum fatwa itu dikeluarkan, telah dilakukan kajian matang dan berdiskusi panjang dengan semua pihak terkait. Itu untuk meluruskan yang bengkok-bengkok," tegasnya, Selasa (4/9/2012). Menurut dia, MUI Jatim justru mempertanyakan apa tujuan sejumlah pihak yang meminta agar mencabut fatwa Syiah sesat tersebut. Tudingan fatwa itu sebagai salah satu faktor pemicu konflik Sunni-Syiah di Sampang, dibantahnya. "Justru kalau kami mendiamkan saja dan Syiah terus berkembang di Jatim, MUI Jatim yang disalahkan. Keutuhan NKRI tidak bisa terjaga, selama Syiah dikembangkan di negara Sunni seperti Indonesia," katanya.

Dia mengutip pernyataan Syech Yusuf Qurdowi dari Mesir yang mengatakan bahwa Syiah tidak bisa dikembangkan di negara-negara Sunni. Ini sama halnya Sunni tidak bisa dikembangkan di negara Syiah seperti Iran. "Kalau ada orang yang minta fatwa MUI Jatim dicabut, mereka lebih baik membaca dulu isi fatwa itu," tuturnya.

Pihaknya memastikan ajaran Syiah yang menghujat sahabat-sahabat Nabi Muhammad SAW selain Ali bin Abi Tholib dan melegalkan nikah mut'ah (nikah kontrak) tidak bisa diterima kaum Sunni di Jatim. "Fatwa itu untuk meluruskan yang bengkok-bengkok agar mencegah konflik berkepanjangan. Fatwa itu keluar bukan untuk kepentingan politik atau ada pesanan," ujarnya berulang kali.

Untuk diketahui, akar konflik kerusuhan yang terjadi di Dusun Nangkernang, Desa Karanggayam, Omben, Sampang, Madura, Jawa Timur tidak sekadar berasal dari konflik keluarga. Beberapa pihak menilai, kerusuhan tersebut juga menyangkut persoalan politik. Bahkan fatwa sesat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, terkait keberadaan kaum Syiah ikut memperkeruh suasana.

Sebagai informasi, MUI Jawa Timur mengeluarkan fatwa Syiah sesat pada 21 Januari lalu. Hal itu mengukuhkan fatwa-fatwa dari sejumlah MUI daerah, salah satunya Sampang. Fatwa Syiah Imamiyyah Itsna'asyriyyah sesat dikeluarkan MUI Sampang setelah melihat perkembangan aliran tersebut, yang meresahkan masyarakat setempat. MUI setempat menilai aliran Syiah tidak pas hidup di Indonesia, khususnya Sampang. Keputusan itu dikukuhkan oleh Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia.
*** 

Ajaran Islam dari aliran terntentu akan dianggap sesat manakala menyimpang di dalam bebeapa objek vital rukun islam yang ada 5 dan rukun iman yang ada 6; 
Rukun islam yang ada 5 tersebut;
  1. Dua kalimat syahadat, syarat pertama manusia masuk islam dengan mengucapkan Asyhadu alla ilaha illahu, wa asyhadu anna Muhammadur rosulu llohu yang artinya saya bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah SWT. Ketika nama nabi tersebut berubah dengan tokoh lain seperti dalam ajaran Ahmadiyah, maka ini dianggap sesat. Karena menyimpang dari rukun islam. Dimana jika rukun tidak terpenuhi maka islamnya batal, inilah islam yang sangat terjaga dalam akidah (akal/folosofi).
  2. Sholat 5 waktu dalam satu hari, didalamnya telah dijelaskan dalam berbagai buku/kitab karangan ahli fikih.
  3. Zakat, terbagi dalam berbagai macam salah satunya adalah zakat fitri dan zakat mal. 
  4. Puasa di bulan romadhon, selama satu bulan. 
  5. Pergi haji ke mekkah, arab saudi. Perintah ini diwajibkan bagi yang mampu secara finansial dan fisik.
Lima rukun islam tersebut sangat fital, bagi siapa yang melakukan ajaran yang baru mengenai ke-lima dalam ibadah tersebut, maka MUI akan menilai dan masyarakat akan menilai dengan sendirinya. Karena ibadah tersebut sudah biasa mereka lakukan, sehingga jika ada ajaran baru yang aneh, maka akan dianggap bid'ah/sesat. Sehingga, kami menghimbau kepada non muslim untuk mengerti bahwa persoalan agama di dalam islam sangatlah ketat dalam menjaga agamanya.
Begitu juga dengan rukun iman yang ada 6, diantaranya;
  1. Rukun iman kepada Allah, (Tuhan yang satu)
  2. Rukun iman kepada malaikat Allah
  3. Rukun iman kepada kitab Allah
  4. Rukun iman kepada rosul Allah
  5. Rukun iman kepada hari kiamat
  6. Rukun iman kepada qodo dan qodar
Objek ke-6 dasar keimanan tersebut sudah ada, dan tidak akan dikurangi atau ditambah-tambahkan, intinya tidak mengalami perubahan sejak islam ini ada. Sehingga jika ada aliran islam baru yang aneh, maka hal tersebut akan memancing warga/ormas islam akan melakukan tindakan main hakim, sehingga untuk menghindari hal tersebut, berhentilah untuk mengajarkan hal-hal yang sesat yang mengatas namakan islam. Jika ingin ajaran agama baru tersebut bisa dihormati/dihargai saya sarankan untuk memakai nama agama baru versi yang diinginkan, sehingga nama islam terjaga begitu pula dengan keamanan masyarakat yang tetap aman kondusif.

About Santosa Innovation

Faizan is a 22 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 comments:

Post a Comment