Saturday, March 31, 2012

Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM


By on Saturday, March 31, 2012

 Sumber gambar : browsing internet
Alasan Pemerintah Menaikkan Harga BBM

     Tertundanya keingan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi akibat yang dilandasi karena kondisi gejolak perekonomian dunia dan terus melonjaknya harga minyak dunia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginginkan Pemerintah tidak perlu menambah utang-utang baru guna menjaga defisit keuangan.
      "Kita tidak perlu tambah utang-utang baru, dan tetap dapat menjaga rasio utang kita yang saat ini diposisi 25%," kata SBY dalam pidatonya menanggapi hasil Paripurna DPR RI, di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (31/3/2012) malam.
      Menurut SBY, upaya-upaya yang dilakukan untuk menjaga rasio utang tetap 25% harus dilakukan dengan upaya khusus diantaranya, pengehamatan energi yang dilakukan dengan sangat serius, mempercepat konversi BBM ke Bahan Bakar Gas.
      "Penghematan energi harus dilakukan sangat serius, kedua konversi BBM ke BBG segera dipercepat dan diimplementasikan," ujarnya. Upaya lainnya kata SBY, mengoptimalkan penerimaan negara seperti Pajak dan Usaha Pertambangan yang bisa meningkatkan penerimaan negara. "Serta melakukan berbagai penghematan anggaran Kementerian, Kementerian antar lembaga sampai ke daerah," imbuhnya. Semua itu, tegas Presiden SBY, bertujuan agar defisit anggaran APBN-P tetap pada posisi wajar dan tidak melanggar undang-undang yang mensyaratkan maksimal defisit anggaran 3%.
      Sebelumnya, pemerintah dan DPR memperbesar defisit anggaran tahun ini melalui APBN-P 2012 dari Rp 124,02 triliun (1,53% dari PDB) menjadi Rp 190,1 triliun (2,23% dari PDB). Target utang bakal naik.
"Disepakati defisit anggaran negara dalam APBN-P 2012 menjadi Rp 190,1 triliun atau 2,23% PDB," ujar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Melchias Markus Mekeng dalam rapat paripurna di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (30/3/2012).
      Melchias menjelaskan membengkaknya defisit tersebut karena memperhitungkan selisih antara target penerimaan negara dan hibah Rp 1.358,2 triliun dan belanja negara Rp 1.548,3 triliun. Untuk menutup defisit tersebut, target utang pemerintah dinaikkan Rp 22,6 triliun menjadi Rp 156,16 triliun. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut:

  • Pinjaman luar negeri awalnya turun Rp 2,53 triliun menjadi minus Rp 4,42 triliun
  • Penerbitan surat berharga negara (netto) naik Rp 25 triliun menjadi Rp 159,59 triliun
  • Pinjaman dalam negeri (neto) naik Rp 131 miliar menjadi Rp 991,2 miliar
Sumber : Detik-Finansial Sabtu, 31/03/2012 22:56 WIB

Kalau saja SBY mau untuk mengajak dan berpidato, menaikkan BBM semata-mata ingin membayar hutang negara yang membahayakan keuangan negara. Maka dari itulah mari kita bahu-membahu untuk segera membayar hutang tersebut agar kita terlepas dari beban negara dan segera membangun kesejahteraan rakyat setinggi-tingginya setelah melewati masa hutang negara kita yang telah mencapai Rp 1400 Triliun lebih. Untuk itu, PNS di tahun yang akan datang tidak mengalami kenaikan begitu juga fasilitasnya akan segera dicabut dan rakyat akan menanggung harga BBM dengan dikurangi subsidinya sehingga BBM akan naik. Ini adil, dan gaji saya dan fasilitas saya sebagai president pun akan dipotong, demi pengorbanan kita kepada negara, nusa dan bangsa.
     Insya Allah rakyat akan menerima, disamping kesehatan, pendidikan dan bantuan dana langsung akan tetap dikucurkan bagi mereka yang hidup serba kekurangan.

Santosa Innovation
*Kirimkan donasi untuk Santosa Innovation
*Layanan iklan, penayangan, permintaan dan kerjasama dengan Santosa Innovation 

About Santosa Innovation

Faizan is a 22 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 comments:

Post a Comment