Sunday, November 20, 2011

Makalah Strategi Pemasaran Global


By on Sunday, November 20, 2011

Makalah Strategi Pemasaran Global

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. Oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.

1.2. Tujuan Pembahasan Makalah.
a.       Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan teori pemasaran dan semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran.
b.       Untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana cara melakukan kegiatan pemasaran dan apa saja yang harus dilakukan dalam kegiatan pemasaran.
c.       Untuk mencarikan solusi di dalam mempersiapkan era perdagangan secara global, dengan kaidah strategi pemasaran yang efektiv.
BAB II
PEMBAHASAN


2.1. Landasan Teori
2.1.1 Pengertian Pemasaran.
Pemasaran dapat dikatakan merupakan proses penyusunan hubungan terpadu yang memiliki tujuan memberikan informasi mengenai produk (barang dan jasa) yang berkaitan dengankepuasan atas kebutuhan dan keinginan manusia. Pemasaran berawal dari sebagian atau keseluruhan kebutuhan manusia yang kemudian berkembang menjadi keinginan manusia untuk mendapatkan nilai lebih. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yangmenjadi konsep pemasaran.
ACFTA adalah regionalisasi perdagangan bebas antara negara China dan ASEAN. Latar belakang munculnya gagasan tersebut adalah menanggulangi pergeseran keseimbangan kekuatanekonomi yang mulai bergerak ke arah negara-negara timur tengah saat ini. Sehingga perluadanya usaha untuk membentuk suatu integrasi perekonomian di negara ASEAN dan China.
Kekhawatiran terbesar pedagang di Indonesia adalah produk-produk luar negerikhususnya produk China dapat membanjiri pasar Indonesia. Dalam jangka pendek, produk-produk luar negeri ini kelihatannya menguntungkan bagi masyarakat Indonesia, mengingatmasyarakat mampu memiliki barang-barang dengan harga murah. Namun dalam jangka panjang,produk-produk ini akan mengancam produksi dalam negeri. Produsen tidak mampumengimbangi harga yang ditawarkan oleh China sehingga kemungkinan pelaku bisnis Indonesiaakan beralih dengan menjual produk-produk dari China. (http://google.com/TataniagaACFTA,diakses 20 juli 20101).
Dimulai pada awal era 1980-an RRC mengalami tidak kurang daripada keajaibanekonomi. Saat ini RRC merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia;Dengan GDP sebesar US$ 8,158 trilyun pada 2005, GDP sebesar kurang lebih US$ 1.703perkapita pada 2005, dan pertumbuhan ekonomi 9,2% setiap tahunnya. Aspek terpenting darifenomena ini adalah sebuah sistem terbarunya yang sangat unik. Sistem itu bukan jiplakan darisistem ekonomi yang pernah ada, melainkan sesuai dengan citarasa Cina yang khas (Prof.Michael Hough, 1995). (http://scrib.com/budaya bisnis RRC pada era globalisasi)

Pada saat ini china yang memiliki semboyan Zhi fu shi guangrong yang artinya janganmalu menjadi kaya, kejarlah kekayaan dan pamerkan kekayaan itu menyebabkan bangsa Chinamengalami perubahan paradigma yang sangat besar dalam menilai bisnis. Sebuah kalimat yangmembakar semangat beriwausaha dan dan terbukti memang mempunyai daya magis luar biasadimasyarakat China. (Swa, 17 Februari-2maret.2005) Dari fenomena diataslah penulis ingin mengkaji tentang “Strategi Global : Gelombang Bisnis Dari China”.
Bagaimanakah overview bisnis di china, bagaimana prakteknya, apakahyang menjadi kekuatan dari strategi bisnis global yang dilakukan oleh negara China. Bagaimana seharusnya perusahaan – perusahaan lain dinegara diluar China khususnya di Indonesiamenghadapi gelombang bisnis dan produk China tersebut.

2.2.  Histori
2.2.1.      Zaman baru Negeri Tirai Bambu
Sebagai bangsa yang menganut paham sosialis dan komunis, bangsa china lebih meng-inginkan masyarakat proletariat (buruh) yang hidup pada taraf sosial ekonomi yang sama ratasama rasa, bukan kaum borjuis atau pengusaha yang kaya raya. Namun sekarang Chinamemasuki jaman baru, dimana pemerintahnya begitu mendorong munculnya investasi dan bisnisdalam intensitas yang luar biasa. Hasilnya seperti sekarang yang bisa dilihat China sangat menggemparkan dunia.
Pemerintah amerika Serikat dan uni eropa berteriak keras menyorot China, lantaran indistri mereka kalah kompetitif dan investasi tersedot ke China. Produk China menyebar ke seluruh dunia. Mulai dari produk makanan, minuman, mainananak-anak, hingga elektronik, dan bahkan sepeda motor.  Negara china bahkan tidak hanya jago memproduksi barang dan memasarkannya, melainkan juga dengan infrastruktur produksi yang kompetitif. Itulah yang menyebabkan banyak perusahaan yang memilih mengalihdayakanproduksinya di negara China.
1.      Pemerintah China sangat memberikan kemudahan pada perusahaanatau investor yang ingin berinvestasi kenegaranya. Ada willingness dari pemerintah dalammemberikan kemudahan berinvestasi di China, dan diimplementasikan secara jelas dalampraktis. Beberapa kemudahan itu seperti Pemerintah china memeberlakukan tax holiday, atau keringanan pajak penghasilan (PPh) untuk perusahaan sekitar separuh tarif 24%.
2.      Suku bunga pinjamannya sangat rendah hanya 3-5%.
3.      Proses perizinan yang sangat mudah dan hanya butuh waktu satu minggu saja.
4.      Pengusaha dibebaskan dari pembayaran pajak saelama 5 tahun.
5.      para investor yang dating akan dijamu oleh pejabat setempat meskipun itu harusmenghabiskan tidak sedikit dana.dan masih banyak kemudahan-kemudahan lain yang dianggap investor sangat memudahkan danmembantu meringankan investor.

2.3. Daya Tarik / Kekuatan Bisnis Di Negara China
China sangat mewarkan begitu banyak hal yang cukup menggiurkan bagi para investor-investor perusahaan besar maupun kecil. kelebihan –kelebihan yang jarang ditemui di negara lainbisa kita temukan dalam praktek bisnis di China.
a.       Birokrasi pemerintah
Untuk perlakuan pemerintah kepada investor dan birokrasinya, Pemerintah China memepermudah sekali perizinan yang ada. Begitu welcomenyapemerintah China menyambut investor sampai ada pemerintah setempat yang mengeluarkan peraturan daerah supaya bisamengakomodasi kebiasaan para investor. Pengusaha juga dibebaskan dari pajak selama 5 tahun.
Negara China juga sangat menarik karena dukungan permodalan. Perbankan yang sangatgampang dalam mengucurkan dana untuk investasi, dan memberikan bunga yang rendah dantingkat inflasi yang rendah dan stabil sehingga mempermudah pengusaha menawarkan ke pasar.
b.      Sumber daya manusia
Untuk sumberdaya manusia dalam hal ini pekerja, di China tercatat jumlah penduduknyayang mencapai 1,8 milyar juta jiwa (antara news.com,diakses 2 juli 2010). Pekerja di Chinamemiliki produktifitas yang sangat tinggi. Mereka mampu bekerja sampai mencapai 12 jamsehari dengan selingan istirahat selama dua jam. Perusahaan disana juga umumnya menyediakanfasilitas mes, sehingga pekerja dapat mengerjakan sesuai denga target volume setiap hari.Adakalanya para pekerja di sana juga mampu bekerja overtime, produktivitas pekerja yangsangat tinggi tersebut tidak dibatasi oleh pemerintah China, bahkan sampai 40 jam kerja.
Libur yang diberlakukan hanya dua hari setiap bulannya.Untuk upah, pekerja disana diupah perproduk yang dibuat, sehingga mereka terpacu untuk bekerja terus. Ketika musim dinginpun etos kerja para pekerja china sangat tinggi, meskipun saatmusim dingin suhunya mencapai 5 derajat celcius, tidak pernah ditemui pekerja yang mogok kerja. Saat musim panas pun seperti itu, mereka tidak banyak tuntutan untuk memintaperusahaan menyediakan pendingin untuk ruangan kerja mereka.Dan yang terakhir dengan jumlah yang mencapai 1,8 milyar tadi menurut pengusahadianggap sebagai potensi pasar yang cukup menarik.
c.        Transportasi dan bahan baku yang mudah dan murah
Tidak sedikit perusahaan besar yang ada di indonesia mengalih dayakan produksinya denganalasan bahan bakunya yang murah, dan mudah didapat. Menurut salah satu pengusaha yang mengalihdayakan produksinya mengungkapkan bahwa china menawarkan cost yang jauh lebihrendah untuk produksinya, harga yang murah dan proses produksi yang sangat cepat. Untuk transportasinya dinilai cukup baik, salah satu contohnya pelabuhan layanannya cukupbaik meskipun tidak secepat yang ada di Singapura. Ditambah lagi sarana transportasi sepertikontainer atau alat angkut lain mudah didapatkan dan tidak ada pungutan-pungutan liar.
2.4. Praktek Bisnis Perusahaan Indonesia Yang Bekerjasama Dengan Perusahaan China
Tidak sedikit perusahaan besar di indonesia yang melakukan kerjasama bisnis dengannegara China. Ada beberapa tipe dalam praktek yang dilakukan pengusaha dalam kerjasamabisnis dengan perusahaan china:
a) Trader (pedagang)
Tipe ini pengusaha hanya membeli atau impor produk barang tampa memperdulikan merek apa pun dan menjual putus di Indonesia. Meskipun ini merupakan tipologi yang palingklasik, namun kontribusnya cukup besar dan pemainnya cukup banyak. Contohnya impor peralatan makan, pecah belah, peralatan dapur, perkakas, perabotan rumah tangga, alat tulis,bahan bangunan, berbagai jenis mainan anak-anak, dan masih banyak lagi.
b) Private Label
Untuk tipe ini pengusaha mengimpor barang dari China dan memasarkan di Indonesiadengan mereknya sendiri. Pengusaha jenis ini biasanya sudah punya basis pemasaran kuatdalam negeri, tak hanya jual putus. Mereka juga membangun merek dan bersaing dari aspek distribusi. Beberapa merek yang sudah dikenal oleh pasar di Indonesia seperti Sanken danMarta Tilaar dan mustika ratu untuk produk kosmetik juga menerapkan pola ini
c) Investor
Tipe ini dilakukan oleh pengusaha yang berskala besar . Untuk tipe ini pengusahamembangun manufacturing (pabrik) di sana dan mengekspor sebagian hasil produksinya keIndonesia, sementara sebagian lagi untuk memasok pasar local China dan Negara-negaralain.
d) China sebagai pemasok bahan baku
Pengusaha dengan tipe ini memanfaatkan China sebagai sumber pasokan produk yangmereka jual. Ada juga yang melalui cara semi knocked-down, yakni hanya memproduksi sebagian yang dilakukan di china dan sisanya masih diproduksi di Indonesia. Ada juga yangmenjadikan china sebagai pemasok komponen beberapa produksinya, dan tipe ini jumlahnyajuga semakin banyak.

2.5. Beberapa kekurangan berbisnis di Cina
Meskipun bernisnis di Cina banyak kelebihan,namun ada juga beberapa kekurangan yangbisa kita temui disana. Meskipun jika seorang pengusaha mengalihdayakan produksinya denganalasan cost yang lebih murah, namun pengusaha tersebut harus lebih berhati-hati dengan mitraalihdayanya tersebut. Banyak kasus dalam kualitas produk terjadi. Orang cina cenderung menganggap remeh tentang kualitas produk dan tidak ada bagian khusus Quality control disana. Mereka hanya cenderung mementingkan kuantitas daripada kualitas.
Produk reject dari suatu perusahaan bisa mencapai 30% setelah pengiriman kedua. Mereka tidak konsisten dengankualitas. Image produk cina yang diidentikkan dengan produk kualitas rendah disampingharganya yang murah sudah sangat melekat di benak konsumen, sebagian orang berpendapatbahwa “biaya yang rendah tidak bisa berbandding lurus dengan kualitas”.

2.6.  Langkah yang harus diambil perusahaan di Indonesia dalam menghadapi gelombang bisnis di Indonesia.
Dengan semakin terbukanya iklim bisnis secara global maka semakin mudah para investor dari seluruh penjuru dunia yang ingin menginvestasikan modal mereka ke sebuah negara yangbisa diajak kerjasama bisnis dan semakin menguntungkan mereka. China merupakan salah satunegara yang dinilai para investor bisa memperkecil cost manufacturing mereka dan tentu sajaberimbas pada keuntungan bagi perusahaannya. Bagaimana negara kita maupun negara-negaralain bisa menghadapi gelombang bisnis dan produk china yang semakin besar ini.
Kita juga sebagai bangsa indonesia juga mampu untuk bisa menyaingi China yang dinilaimemiliki kelebihan-kelebihan dan daya tarik sehingga banyak investor menanamkan modalmereka disana. Adapun langkah-langkah tersebut adalah:
a) Birokrasi pemerintah
Pemerintah sebagai pembuat kebijakan haruslah mengadopsi sistem kebijakan Cina dalamhal perijinan bisnis. Mau tidak mau semakin terbukanya pemasaran global harus membuatkita siap untuk bersaing, dan pemeintah harus cepat tanggap akan hal tersebut. Kemudahan-kemudahan dalam penanaman bisnis haruslah ditambah, agar para investor semakin tertarik uuntuk menanamkan modalnya ke Indonesia. Sistem birokrasi kita yang ruwet dan lamajuga merupakan salah satu alasan para investor enggan untuk menanamkan modalnya.
b) Sumber daya manusia
Untuk faktor sumber daya, menurut saya kita juga tidak kalah trampil dengan pekerjadisana. Kita harus mampu menyaingi produktivitas pekerja di cina. Untuk kualitas handmade produk indonesia mempunyai image lebih baik daripada produk buatan cina. Kitaharus mampu untuk konsisten, punya kualitas kerja luar bisa, dan tahan dengan tuntutankerja yang tinggi dan tepat waktu untuk bisa berhasil dalam bisnis.
c) Transportasi
Tarif transportasi di Indonesia yang cenderung lebih mahal daripada di cina juga merupakansalah satu kendala. semacam tarif pelabuhan di cina di kenakan biaya 50$ sedangkan diIndonesia empat kali lipatnya yaitu 200$. Tari transportasi dari cina ke dubai hanyaUS$1000 sedangkan untuk jarak yang sama dari indonesia harus membayar US$1500.Selain itu bunga pinjaman yang tinggi juga membuat enggan investor untuk menginvestasikan modalnya disini. Restitusi pajak yang terkadang membuat pengusahakehilangan haknya.


BAB III
KESIMPULAN

3. Kesimpulan
Banyak sekali sistem-sistem bisnis di Cina yang dapat kita adobsi dan dikembangkanuntuk sistem bisnis dinegara kita. Namun hal tersebut juga harus didukung penuh oleh kebijakandari pemerintah. Mau tidak mau kita harus sadar bahwa di era globalisasi ini kita harus siapbersaing secara penuh melawan gelombang bisnis dari manapun khususnya cina. Dengan iklim bisnis yang kondusif, dukungan penuh dari pemerintah, sumber daya manusia yang kompeten dan produktif, produk yang berkualitas dan mampu bersaing, konsistensi kualitas, inovasi-inovasi produk dan ketepatan waktu, maka kita yakin bisa bersaing dengan negara cina.
Pada situasi persaingan dan perubahan yang bergerak begitu cepat ini perusahaan ditekan oleh faktor-aktor eksternal seperti perubahan teknologi, ekonomi, sosial kultural dan pasar. Di sisi lain, secara internal perusahaan menghadapi perubahan organisasi yang tak kalah peliknya, seperti masalah budaya perusahaan, struktur, karyawan, pemegang saham. Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion). Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi

DAFTAR PUSTAKA


Hermawan Kartajaya dan Philip Kotler, 2002, Rethinking Marketing; Sustainable Marketing Enterprise in Asia. Jakarta: Prenhallindo.
Keegan, Warren J. 1996, Manajemen Pemasaran Global: Alih Bahasa, Alexander Sindoro Jilid 1, Jakarta: Prenhallindo.
Widyatmini,1995, Pengantar Bisnis,Cetakan ke IV edisi 1,seri,Depok,Seri Diktat Kuliah: Gunadarma.
Gruenwald, G. 1985. Seri Pemasaran dan Promosi, Pengembangan Produk Baru, PT Alex Media Komputindo, Jakarta.
Kotler, P. 1995. Manajemen Pemasaran; Analisa, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian. Jilid I, edisi kedelapan, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.
- Dan Berbagai sumber lainnya.

 Versi Word Makalah Strategi Pemasaran Global, download disini.




*Kirimkan donasi untuk Santosa Innovation
*Layanan iklan, penayangan, permintaan dan kerjasama dengan Santosa Innovation 

About Santosa Innovation

Faizan is a 22 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 comments:

Post a Comment